Tuesday, December 6, 2016

MODUL I Mikrokontroler ATMEGA 128


1. Tujuan [kembali]
a.       Mempelajari aplikasi output pada mikrokontroller ATMEGA 128
b.      Mempelajari aplikasi input pada mikrokontroller ATMEGA 128
c.   Mempelajari aplikasi I/O pada mikrokontroller ATMEGA 128

2. Alat dan Bahan [kembali]
          a.    Module AT MEGA 128
          b.    LED
          c.    Seven Segment
          d.    Buzzer 
          e.    LCD
          f.    Jumper
          g.   Motor Stepper

3. Dasar Teori [kembali]

         Mikrokontroller ATMEGA 128 merupakan mikrokontroller keluarga AVR yang mempunyai kapasitas flash memori 128KB. AVR (Alf and Vegard’s Risc Processor) merupakan seri mikrokontroler CMOS 8-bit buatan ATEMEL inc, berdasarkan arsitektur RISC (Reduced Instruction Set Computer). Secara umum, AVR dapat terbagi menjadi 4 kelas, yaitu keluarga ATtiny, keluarga AT90Sxx, keluarga AT-Mega, dan AT86RFxx. Pada dasarnya yang membedakan masing-masing kelas adalah memori, peripheral, dan fungsinya. Dari segi arsitektur dan instruksi yang digunakan, bisa dikatakan hampir sama. Semua jenis AVR dilengkapi dengan flash memori sebagai memori program. Kapasitas dari flash memori ini berbeda antara chip yang satu dengan chip yang lain. Tergantung dari jenis IC yang digunakan. Untuk flash memori yang paling kecil adalah 1 kbytes (ATtiny11, ATtiny12, dan ATtiny15) dan paling besar adalah 128 kbytes (AT-Mega128). Berikut ini adalah spesifikasi Mikrokontroler AVR ATMega-128 dan konfigurasi pin ATMEGA 128.

1. Saluran I/O sebanyak 56 buah, yaitu Port A, Port B, Port C, Port D, Port E, Port F dan Port G.
2. ADC 10 bit sebanyak 8 saluran.
3. 2 buah Timer/Counter 8 bit dan 2 buah Timer/Counter 16 bit.
4. Dua buah PWM 8 bit.
5. Watchdog Timer dengan osilator internal.
6. Internal SRAM sebesar 4 kbyte.
7. Memori flash sebesar 128 kBytes.
8. Interupsi Eksternal.
9. Port antarmuka SPI.
10. EEPROM sebesar 4 kbyte.
11. Real time counter.
12. 2 buah Port USART untuk komunikasi serial.
13. Enam kanal PWM.
14. Tegangan operasi sekitar 4,5 V sampai dengan 5,5V 


 Konfigurasi pin ATMEGA-128

TEORI KOMPONEN

 seven-segmen

switch



























4. Hardware [kembali]

Menampilkan Karakter Pada Seven Segment
1. Pastikan semua supply dalam keadaan off
2. Hubungkan jumper seperti gambar dibawah
3. Buatlah listing program yang telah ada pada modul.
4. Hidupkan supply pada modul
5. Upload program pada rangkaian
6. Tekan tombol Reset
7. Amati percobaan, jika tidak sesuai perbaiki rangkaian atau program
8. Jika sesuai, maka selesai dan demokan pada instruktur atau asisten yang mengawas
9. Matikan supply pada modul
Hasil gambar untuk mikrokontroler atmega 128 hardware



 Hardware ATMEGA-128

5. Rangkaian Simulasi [kembali]

 Rangakaian Percobaan ATMEGA-128 Kondisi 7Segmen-3
Prinsip Kerja
Rangkaian terdiri dari Seven Segmen dan Switch dengan menggunakan mikrokontroller ATMEGA 128. Dimana, Seven Segmen Common Katoda terhubung ke PORTD dan switch terhubung ke PORTA. Pertama untuk menjalankan simulasi klik tombol PLAY. Untuk memulai operasi maka ditekan tombol RESET, sedangkan untuk memberikan CLOCK dapat menggunakan rangkaian antara crystal dan dua kapasitor sebagai penghasil sinyal clock ( 0 dan 1 ) dengan frekuensi yang digunakan adalah 16 MHz. Setelah itu, apabila ditekan swicth (SW1) yang terhubung pada PIN A7, maka Seven Segmen akan hidup dengan menghitung naik atau Counter Up dimulai dari 0 sampai 9. dimana setiap pergantian angka akan ada delay yaitu dengan delay 100 ms.

6. Flowchart [kembali]

Flowchart Percobaan ATMEGA-128 Kondisi 7Segmen-3

#include <mega128.h>                                    //sebagai library menggunakan atmega128
#include <delay.h>                                         //library untuk megaktifkan delay

void main(void)      //sebagai fungsi untuk tempat inisialisasi kondisi port (aktif high/low dan sebagai input/output
{                                                                  //pembuka program
PORTA=0X00;                                             //kondisi awal PORTA = 0
DDRA=0X00;                                              //PORTA sebagai input
PORTD=0X00;                                            //kondisi awal PORTD = 0
DDRD=0XFF;                                             //PORTD sebagai output


while(1) //tempat pembuatan logika program dengan membaca program yang dibuat berulang-ulang dengan kondisi 1
{                                                                //pembuka program
if (PINA.7== 1){                                       //jika kondisi switch pada pin 5 dalam keadaan aktif  high
  PORTD=0X3F; delay_ms(100);                 //muncul angka 0 pada 7 segment dengan delay 100ms
 PORTD=0X06; delay_ms(100);                 //muncu langka 1 pada 7 segment dengan delay 100ms
  PORTD=0X5B; delay_ms(100);                //muncul angka 2 pada 7 segment dengan delay 100ms
 PORTD=0X4F; delay_ms(100);                 //muncul angka 3 pada 7 segment dengan delay 100ms
 PORTD=0X66; delay_ms(100);                 //muncul angka 4 pada 7 segment dengan delay 100ms
  PORTD=0X6D; delay_ms(100);                //muncul angka 5 pada 7 segment dengan delay 100ms
  PORTD=0X7D; delay_ms(100);                //muncul angka 6 pada 7 segment dengan delay 100ms
  PORTD=0X07; delay_ms(100);                 //muncul angka 7 pada 7 segment dengan delay 100ms
  PORTD=0X7F; delay_ms(100);                 //muncul angka 8 pada 7 segment dengan delay 100ms
 PORTD=0X6F; delay_ms(100);                 //muncul angka 9 pada 7 segment dengan delay 100ms
  }                                                              // penutup program IF
}                                                                //penutup program Perulangan
}                                                                //penutup program



9. Kondisi [kembali]

3. Ketika ditekan Switch pada Pin A 7 maka Seven Segmen pada Port D akan hidup dengan up counter 0 sampai 9

10. LInk Download [kembali]
File Program - Download
File Proteus - Download
File HTML - Download
File Video - Download

No comments:

Post a Comment